Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Botol Minum Self-Cleaning: Solusi Air Higienis Tanpa Repot Mencuci dengan Jurus SCAMPER

Gambar
  Pendahuluan SCAMPER merupakan metode creative thinking yang sangat esensial dalam dunia wirausaha untuk memicu dan menata ide-ide inovasi secara sistematis. Dengan tujuh pemicu pertanyaan—dari Substitusi hingga Susun Ulang—kita didorong untuk melihat produk lama dari sudut pandang baru. Kali ini, fokus kita adalah botol minum, sebuah produk yang sangat vital namun sering menimbulkan isu kebersihan. Melalui SCAMPER, kita akan menciptakan botol yang mampu menjaga higienitas air minum tanpa menyulitkan penggunanya. Uraian produk Botol minum standar, baik yang berbahan plastik maupun stainless steel, berfungsi sebagai wadah untuk hidrasi berkelanjutan dan mendukung gerakan anti-sampah plastik. Namun, produk ini menghadapi tantangan besar terkait kebersihan. Setelah beberapa kali pemakaian, botol cenderung mengembangkan bau tidak sedap, lumut, atau penumpukan bakteri di area yang sulit dijangkau sikat, seperti dasar botol atau uliran tutup. Ini membuat proses pencucian menjadi rutinit...

KISAH "CALF COFFE" MERINTIS BISNIS DARI NOL HINGGA MENDAPAT OMSET RATUSAN JUTA

Gambar
  PERJALANAN KARIR Danang Yuda Prawira adalah seseorang yang berhasil mendirikan coffeshop terkenal saat ini. Carriernya dimulai pada saat ia lulus kuliah dari progam studi Ekonomi pembangunan Universitas Jendral Soedirman. Latar Belakang  pendidikannya ini yang menjadi landasan utama ia memulai bisnis.  Pada tahun 2019, Ia mulai membuka sebuah kedai kopi kecil di garasi rumahnya  "Jatiwaringin,Bekasi". Ia ingin masyarakat Iindonesia tidak lagi meminum coffe bubuk sasetan, tapi juga meminum coffe yang diproses secara benar dan fresh dari hulu ke hilir. Ia ingin memiliki bisnis premium dengan harga terjangkau. Namun datangnya pandemi covid-19 memaksa Danang untuk berfikir kreatif pada saat itu, karena ia merasa coffe shop yang ia miliki tidak berkembang dan hanya stuck di kedai rumah nya. Karena memiliki ambisi yang besar terkait kedai coffe tersebut dan trend coffe belum begitu berkembang jadi Danang memutuskan mengubah konsep kedai kopinya menjadi coffe to go denga...